Penjelasan :
Kitap ini berjudul Kifayatul Ghulam fi Bayan Arkanil Islam karya seorang ulama Indonesia yang hidup pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 dan lama tinggal di Mekkah bernama Syeikh Ismail Bin Abdullah Al Khalidi Al Minangkabawi yang wafat pada tahun 1275 H/1858 M.
Kitab Kifayatul Ghulam berisi kajian tentang rukun Islam mazhab Syafi'i (rukun Islam yang lima), dari jenis najis, tata cara bersuci, shalat dalam segala kondisi, rukun, kewajiban, sunnah, makruh dan larangan, semua rincian membayar zakat, dan membahas puasa, haji, umrah dan pernikahan. Semua ini diteliti secara ringkas. Karya ini ditulis dalam bahasa Melayu dengan aksara Arab. Edisi PDF yang dikeluarkan oleh Penerbit Pattani Thailand.
Dalam Penjelasan kitap dapat diketahui bahwa karya tersebut selesai pada hari Rabu, 4 Dzul Qa'dah, tanpa menyebutkan tahun, maupun tempat karya tersebut dibuat dan diselesaikan.
Di akhir Kitap tertulis:
سميت هذا الكتاب بكفاية الغلام في بيان أركان الإسلام الخمسة. أرتين أكو نماي كتاب اين كفاية الغلام فد مياتكن ركن إسلام يغ ليم لاك ادادالمن حكم نكاح دان حكم سمليه. تم الكتاب فد هاري أربع فد أمفت هاري بولن ذو القعدة آمين
Kitap ini saya beri nama Kifayatul Ghulam untuk mewartakan lima rukun Islam termasuk hukum perkawinan dan hukum semulanya. Pada hari Rabu tanggal 4 bulan Dzul Qa'dah Amin Tham kitab ini.
Dalam menerangkan beberapa kajian peribadatan dalam kitab ini, Syaikh Ismail Minangkabau kerap menyebutkan beberapa referensi yang menjadi acuan kitabnya ini ditulis, seperti kitab al-Hawi karangan al-Razi, Ihya ‘Ulumid Din karangan al-Ghazali, dan lain-lain.
Yang menarik, di bagian akhir kitab ini terdapat doa dan dzikir yang sekarang dikenal dengan bacaan “tahlilan”. Di sana, Syaikh Ismail Minangkabau menulisnya dalam “fasal pada menyatakan khatam Alquran dan menyatakan tertib-tertib”. Tertib tersebut dimulai dengan membaca surat al-Ikhlash,
lalu dilanjut dengan membaca Surat al-Mu’awwidzatain, lalu membaca Surat al-Fatihah, lalu dilanjut dengan awal Surat Al-Baqarah hingga akhir ayat ke-5, lalu dilanjut dengan Ayat Kursi, la ikraha fid din hingga akhir ayat; Ma la thaqata lana bih, lalu membaca ‘wa’fu ‘anna’ dst sebanyak tujuh kali, dilanjut dengan membaca ‘Ya arhamar rahimin’ sebanyak tujuh kali, juga bacaan-bacaan lainnya seperti kalimat tahlil, istigfar, shalawat, hingga ditutup dengan doa khatam Alqur’an.
Syaikh Ismail Minangkabau dilahirkan di Tanah Datar, Minagkabau, pada akhir abad ke-18 M. Sejak kecil, Ismail dibawa oleh ayahnya, yaitu Syaikh Abdullah Minangkabau, untuk pergi berhaji sekaligus bermukim di Makkah. Di sana beliau belajar kepada Syaikh ‘Utsman al-Dimyathi (w. 1848), Syaikh Dawud al-Fathani (w. 1847), Syaikh Muhammad Sa’id b. ‘Ali al-Syafi’i (w. 1844), Syaikh ‘Athaillah b. Ahmad al-Mashri (w. ?), Syaikh Muhammad b. ‘Ali al-Syanwani (w. 1818), Syaikh Abdullah al-Syarqawi al-Azhari (w. 1813), Syaikh Khalid Dhiya al-Din al-Kurdi al-Naqsyabandi (w. 1826), dan Syaikh Abu Abdillah al-Khalidi.
Di Makkah, Syaikh Ismail Minangkabau belajar selama kurang lebih 35 tahun. Di sana juga beliau berbaiat Tarekat Khalidiyyah kepada Syaikh Khalid Dhiya al-Din al-Kurdi, mursyid tarekat Naqsyabandiyyah sekaligus pengasas anak cabangnya, yaitu Tarekat Khalidiyyah Naqsyabandiyyah. Di kemudian hari, Syaikh Ismail al-Khalidi menjadi pembawa tarekat ini ke Nusantara yang sampai saat ini masih lestari, khususnya di daerah Aceh .Minangkabau, Riau, dan Semenanjung (Malaysia). Thailand serta masyarakat aceh yang tinggal di Amerika dan eropa.
English :
This book is titled Kifayatul Ghulam fi Bayan Arkanil Islam, written by an Indonesian scholar who lived during the late 18th and early 19th centuries and resided in Mecca for a long time, named Sheikh Ismail Bin Abdullah Al-Khalidi Al-Minangkabawi, who passed away in 1275 AH / 1858 CE.
The book Kifayatul Ghulam contains a study of the pillars of Islam according to the Shafi'i school of thought (the five pillars of Islam), covering types of impurities (najis), purification procedures, prayer under all conditions, its pillars, mandatory acts, Sunnahs, disliked actions (makruh), and prohibitions. It also details the rules of paying zakat, as well as discussing fasting, Hajj, Umrah, and marriage. All of these subjects are examined concisely. This work was originally written in the Malay language using the Jawi (Arabic) script. The PDF edition was released by a publisher in Pattani, Thailand.
From the book's explanatory notes, it can be understood that the work was completed on Wednesday, 4 Dhu al-Qi'dah, without mentioning either the year or the location where the work was written and finalized.
Catatan :
Dalam pembukaan kitap tidak tercatat detil riwayat penulis, sehingga kami mengambil inisatif untuk mencari referensi dari berbagai sumber terutama dan webset dan media online yang di tulis oleh para peneliti muda dan para penulis senior. kiranya semua catatan yang kami ambil dari berbagai sumber di ikaskan oleh penulisnya dan kami tidak ingin mengambil keutungan sepihak untuk mengklim karya para senior dan penulis terdahulu. karena banyaknya referensi hingga tak bisa kami tulis satu persatu daftar pustaka. namun tujuan dan maksud kami menyebar kebaikan dan sejarah semoga para sumber Narasi mengiklaskan kami mengambil beberapa catatan untuk melengkapi tulisan kami. akhir kata kami ucapka terima kasih.

Post a Comment