UPACARA ULANG TAHUN Atjeh 4 DESEMBER 2050

Atjeh 2050 - Ratusan pesawat jet canggih buatan Atjeh melintas diudara ditengah-tengah lapangan beton dermaga nan luas yang dijadikan sebagai tempat diadakannya peringatan hari berdirinya Angkatan Bersenjata Atjeh yang ke 74 . Dikejauhan, dilepas pantai sekitar 2 km dari panggung kehormatan, berjejer 1976 kapal tempur laut yang canggih buatan aceh. 4 unit kapal selam Lengkap dengan rudal-rudal serta satellite anti kapal selam , anti kapal udara Dan 12 unit kapal Induk kecil yang masing masing memuat pesawat,helicopter tempur super cepat. Di lapangan beton dermaga angkatan laut ini, 100.000 pasukan elit pengawal perbatasan berbaris dengan gagah, 99 Tank Ampibi 99 peluncur rudal darat ke udara bejejer rapi. Semua ini adalah 2/3  kekuatan militer Indonesia yang sesungguhnya dikuasai oleh pemerintah Atjeh saat ini sadangkan Yang 1/3 lain nya tersebar di seluruh Indonesia di bawah komando pusat jakarta.

Pada Upacara hari ini tanggal 4 desember 2050, juga akan diadakan acara penyerahan lencana dan piagam kehormatan bagi para perunding yang telah berhasil dengan gagah berani berjuang melawan Debat argument pusat dalam MoU Helsingki sehingga aceh bisa bergerak sendiri dengan otonomi khusus memperkuat system pemerintahan dan mengundang banyak donator dari perusahaan dunia terutama perusahan dirgantara dan persenjataan sehingga walau aceh masih dalam pemerintah Indonesia namun perkembangan teknologi tidak kalah dengan negara maju berbeda dengan pemerintah pusat di Jakarta.

Sebenarnya bila kita kaji jauh ke belakang Sejarah telah mencatat, pada tahun 2005 – 2018 masa transisi pemerintah yang di kuasai para pejuang pro kemerdekaan setelah MoU Helsingki.  Aceh telah kehilangan wilayah lautan di sisi pantai selatan di lautan hindia  dan kehilangan satu kabupaten langkat . Tetapi tidak ada perlawanan pada saat itu, karena pemimpin dan seluruh rakyat Aceh terlalu sibuk dengan urusan politik sehingga wilayahnya terabaikan. Otonomi daerah yang terlalu membabi buta membuat Aceh menjadi Daerah selalu kalah dalam perundingan dan pengesahan undang undang pemerintah aceh yang termaktub dalam komfrensi MoU helsingki. Dari masalah bendera dan batas wilayah serta pembagiaan hasil bumi tak terealisasi sudah 10 tahun lebih setelah perjanjian damai. Kita masih ingat pada tahun 2018 sebuah hymne yang di perlombakan atas butir perjanjian damai helsingki menjadi polimik besar bagi suku pedalaman , saya ingat beberapa bait dalam Bahasa Indonesia karena kisruh dengan hymne Bahasa aceh yang di amanatkan oleh butir-butir MoU oleh beberapa suku lain yang tinggal di aceh. Tapi himne ini gagal masuk lomba karena bukan Bahasa aceh :

Sepuluh Tahun yang lalu
Sepuluh  Tahun kegagalan
Sepuluh Tahun kegelapan
Sepuluh Tahun  kehilangan
Sepuluh Tahun pengkhianatan
Semua termaktub
Dalam pemerintahan
Dalam yudikatif
Dalam eksekutif
Dalam dalam hukum
Dalam segala lini kehidupan

Nah, Sebenarnya saat itu merupakan saat yang sangat sacral bagi provinsi di Indonesia untuk melepaskan diri, sebenarnya tujuan mendukung president kala itu untuk mengkotak-kotakkan republic ini agar bisa lepas satu persatu menjadi negara baru namun karena system dan kesiapan untuk merdeka dari daerah-daerah sangat minim dan para pejabat dan perwakilan rakyatnya yang sangat bodoh dan pengecut, menjadi perpanjangan tangan pusat negara Indonesia menjadikan mereka semua hanya berupa sekumpulan ratusan kabupaten yang korup. Negara lemah, kere dan miskin teknologi . Negara kepulauan yang begitu luas wilayah lautnya tetapi hanya memiliki beberapa kapal laut, itupun sudah tua, rombeng, berkarat dan Bekas pula, bahkan boing 787 yang di desent putra-putri Sumatra di amerika tidak mau mengikat kontrak dengan garuda , bahkan garuda juga di lego serta perubahan BUMN satu per satu di lepas ke tangan asing dan aseng menurut kabar di media sosisal.

kalau saja daerah - daerah seperti Atjeh , Ambon , Papua dan daerah lain  tahu betapa lemahnya Indonesia dalam hal persenjataan dan militer Indonesia tahun 2018 itu, dan mereka mau mendeklasi merdeka serentak , tentu tidak akan mampu Indonesia membendungnya . Indonesia tahun 2018 sekitar 32 tahun silam sebenarnya negara yang sangat lemah dibidang pertahanan keamanan, tak punya senjata apa-apa, penduduknya hanya pandai berdemo menentang pemerintah sendiri, tetapi menjadi ayam sayur dinegeri orang, diburu dan bersembunyi dihutan seperti binatang, diperkosa, dan disiksa, semuanya diam saja. Indonesia adalah pure (murni) benar-benar bangsa Kuli dan Babu (pembantu). Bangsa yang hanya menang nekat dan banyak mulut yang selalu menggembor-gemborkan bambu kuning sebagai pusaka. Bahkan rakyatnya di deportasi dan di kriminalisasi tidak ada tanggapan dari pemerintahnya.

Sebenarnya bukan hanya 2018 akan tetapi 1990 sekitar 60 tahun yang lalu para pentolan perjuangan kemedekaan sangat kecewa karena daerah tidak mau bersatu membentuk masing-masing negara seperti uni soviyet , belajar dari kegagalan itu daerah yang menuntut merdeka bersatu dalam UMPO seperti ANSF, RMS, OPM, dan FATELIN , beruntung bagi timor leste di dukung oleh Portugal dan autralia mereka merdeka masa itu , dan celaka bagi daerah lain kelihaian Gusdur presiden kala itu melobi semua negara bekas penjajah makanya selamat lah semua daerah dalam  bingkai NKRI seperi Atjeh sampai saat ini di tahun 2050 masih di bawah republic Indonesia.

Sebenarnya kalo kembali kita lihat pada era  yang lalu negara ini di penuhi hoax dan utang yang sangat besar Sehingga pabrik pesawat terbang justru dirubah jadi pabrik panci penggorengan. Pabrik senjata dirubah menjadi pabrik senapan angin untuk menembak tikus got. Kapal tanker dijual ditukar dengan getek/rakit bambu. Tidak pernah pula diekspose atau diberitakan kenyataan bahwa tentara Indonesia gemetaran dan terkencing-kencing ketika pesawat Australia melintasi wilayah Timor Timor dahulu, dan hanya gigit jari ketika provinsi itu akhirnya memisahkan diri dan kemudian menjadi Timor Leste. Dimasa itu, tentara Indonesia yang didarat hanya pandai menggertak bangsanya sendiri yang lemah, merazia dan mengejar-ngejar pedagang kaki lima. menjadi centeng orang-orang kaya, pelindung para koruptor dan berbisnis jasa menjadi backing tempat-tempat maksiat seperti tempat karaoke dan perjudian.

Yang dilaut, jangankan mengamankan perbatasan, menghadapi kapal nelayan asing yang kerap kali membawa senjata sudah membuat kewalahan, Yang dikota hanya dapat bertingkah seperti wasit dengan modal peluit-salah tidak salah- pokoknya sekali semprit harus bayar 50 ribu rupiah. Melihat kondisi perumahan atau asrama tentara sungguh mengenaskan. Pokoknya, membaca sejarah mengenai keadaan fasilitas pertahanan keaman Indonesia masa lampau itu sungguh menyebalkan. 

Dimasa lampau itu kebodohan benar-benar merata, Kebodohan para pemimpin pemerintahan dan juga kebodohan seluruh rakyat. Kebodohan itu telah merugikan negara Indonsia ribuan atau bahkan ratusan ribu triliun Rupiah. ( Yang jika diuangkan cukup untuk mendanai pemembuatan jutaan sekolah dan mengaspal seluruh jalan yang ada dipedalaman diseluruh Indonesia, membangun jembatan dan jalan tol dari ujung aceh hingga ujung Irian Jaya ). Bahkan ketika kebohongan dan hoax merajalela yang di perankan oleh perwakilan rakyat, masih saja belum cukup menyadarkan Bangsa ini dari kebodohan.

Itu masa lalu, tahun 2018, tiga puluh dua tahun yang lampau. Kita tidak bisa menghapus sejarah memalukan yang telah diperbuat oleh nenek moyang kita ditahun 2018 itu. Sekarang tahun 2050, dimasa pemerintahan saya kini, tak ada alasan apapun bagi negara asing melanggar kedaulatan wilayah aceh Sumatra, bahkan sejengkal wilayah Aceh diinjak tanpa ijin, berarti sama dengan menginjak ubun-ubun bangsa Sumatra . Jadi negara manapun harus ditabok bila berani kurang ajar terhadapNanggroe aceh darussalam. Kepala negaranya harus kita tempeleng agar kapok walau Indonesia sekalipun.

Hari adalah hari ulang tahun Atjeh 04 Desember 2050 , dimana hari bersejarah bagi Atjeh setelah 102 tahun bergabung dengan republic Indonesia dan hari ini juga di peringati sebagai hari pahlawan pergerakan pembebasan aceh sebagai profinsi otonomi khusus dimana dalam merebut otonomi khusus ini juga mengorbankan ribuan nyawa berperang dengan pusat , ini adalah ulang tahun ke 74 Gerakan aceh merebut otonomi daerah. Baiklah dengan tidak memperpanjang mukatdimah penulis sebagai protokoler nanggroe akan menyajikan pidato gubernur sekaligus panglima militer nanggroe. Yang biasa disebut Gubernur militer nanggroe aceh sebagai berikut :

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
pujo keu allah
selawet keu nabi keu ahli lagi sahabat mulia
keu syuhada dan mandum pahlawan bangsa
lage ka ta tupe’ oleh tanyoe mandum bahwa :
Karena sekarang kita sudah menjadi profinsi dengan otonomi khusus menjalankan pemerintahan sendiri dan secara de vakto kita sudah mandiri dan bahkan kita bisa menyokong ekonomi pusat berkat investasi dan kemajuan di bidang industry. Namun sayang kita masih sebagai sebuah profinsi dalam bingkai NKRI , maka dalam kesempatan ini saya selaku Gebernur kalian semua ,  menyerukan secepatnya kita bersiap memproklamasi kemerdekaan kita , pusat telah menolak tapal batas profinsi kita yang di caplok oleh Sumatra utara, maka nanti malam kumpulkan semua jendral dan pejabat tantara untuk mempersiapkan diri merebut kembali wilayah langkat dan pulau banyak serta perbatasan wilayah yang di kuasai oleh Sumatra utara. Bila dalam perang ini kita menang maka semua akan memproklamasikan kemerdekaan kita dan seluruh wilayah provinsi yang tunduk APBD nya pada kita akan kita jadikan wilayah kita dan semenanjung Malaya yang tergantung dengan hutang investasi nya pada kita akan jadi negara bagian pemerintahan kita begitu juga semenanjung Thailand dan Singapore. Kita akan meresmikan negara baru di atas permukaan dunia ini dengan di saksikan oleh PBB dan UNI EROPA  dan USA dan Amerika Latin , insya allah .

Demikianlah pidato saya hari ini sampai berjumpa lagi dalam rapat tertutup Malam jumat depan tgl 10 Desember 2050 M . Wassalamualaikum warahmatullahi barakatuh.



Post a Comment

Previous Post Next Post