Merebut Kembali Wilayah Langkat Dan Perbatasan Sumatra Utara

Atjeh 2050 - Malam ini malam Jumat tgl 10 Desember 2050 , maka rapat Bangsa Atjeh di buka untuk membahas wilayah Atjeh yang terus menerus bersengketa dengan Sumatra utara. Berikut ini kami haturkan pidato dari gubernur Militer Nanggroe :

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
pujo keu allah
selawet keu nabi keu ahli lagi sahabat mulia
keu syuhada dan mandum pahlawan bangsa
lage ka ta tupe’ oleh tanyoe mandum bahwa

Terima kasih , kepada semua bupati seluruh Atjeh yang telah hadir disini , terima kasih juga untuk profinsi sekutu kami , Deuli , Riau , Padang dan Bengkulu yang sudah membait untuk bergabung dalam misi kami. Kami juga haturkan terima kasih kepada Negara bagian Selangor, Kedah, Pattani , dan Malaka yang siap berdiri Bersama kami untuk memukul mundur Indonesia dan mempersiapkan proklamasi kemerdekaan kita .

Ammaba’du , Setelah  saya mempelajari peta wilayah Atjeh dari jaman Belanda hingga tahun 2050, saya bersama staff ahli perbatasan berkesimpulan bahwa wilayah aceh memang telah dicaplok oleh medan Sumatra utara Mengapa hal itu terjadi? Masalahnya pada masa tahun 2018 dulu Pemerintah Atjeh tidak berani melawan Medan karena kondisi dan fasilitas Peralatan Angkatan bersenjata aceh yang sangat lemah, ketergantungan kebutuhan pada medan dan tunduk pada APBA dari pemerintah pusat Indonesia

Kemudian, saya berharap persetujuan seluruh anggota dewan dan jajak pendapat dari seluruh perwakilan rakyat Aceh yang gagah berani mala ini , Tepat pada 10 desember 2050  ,  sesuai dengan janji saya Pada tanggal 4 Desember 2050 pada ulang tahun pahlawan otonomi , saya memerintahkan merebut kembali wilayah Aceh yang telah dicaplok oleh pemerintah  Medan itu. Pertempuran ini dengan kode sawan12 , di harapkan berlangsung hnaya selama 12 hari saja.  

Kita harus berhasil menghancurkan duapertiga persenjataan Medan dan mereka harus  bersedia tunduk dalam wilayah nanggroe aceh Darussalam kalo pun tidak bersedia biarkan mereka menjadi wilayah Republik indonesia saja asal jangan coba-coba mengganggu ketertiban Atjeh kita, sementara sebagian  pasukan nanggroe dari wilayah Deuli , riau dan padang cepat bergerak ke sunda kelapa dan harus berhasil menghancurkan seluruh persenjataan pemerintah pusat di Wilayah Timur agar medan Sumatra utara cepat kita taklukkan , tentra dari wilayah keudah dan johor cepat bergerak untuk membumi hanguskan jutaan hektar perkebunan sawitnya Di wilayah kalimantan. Sementara Pasukan Nanggroe dari Bengkulu  diwilayah barat harus berhasil menggempur Jakarta . supaya  Indonesia benar-benar bangkrut! Dan menjadi arang!

Demikianlah rapat tertutup Malam jumat kita malam jumat ini mulai besok semua tentra Atjeh dan sekutu kami dari semenanjung Malaya dan Sumatra bisa bergerak memulai penyerangan ke jantung pertahanan indonesia  sampai jumpa lagi pada Upacara hari syuhada tsunami 26 desember 2050 M sambil menunggu bala tentra pulang dari medan perang semoga membawa kemenangan , amin . Wassalamualaikum warahmatullahi barakatuh.

Setelah selsai rapat tertutup itu, semua bersiap diri untuk memulai misi Atjeh, mulai subuh tanggal 11 desember 2050 semua tentra nanggroe bergerak sesuai perintah Gubernur MIliter Nanggroe perang pun tidak bisa di elekkan lagi.  Kemudian Setelah 12 hari perang Nanggroe dengan pemerintah Pusat,  akhirnya pusat mau berdamai dan berjanji tidak akan pernah menggangu lagi wilayah Atjeh serta menyerahkan kedaulatan dan bendera serta qanun aceh di sah kan untuk di jalankan di Nanggroe.

Sekarang Atjeh benar-benar menjadi negara bagian sendiri dan menjalani pemerintah sendiri walau masih dalam bingkai NKRI belum memproklamirkan kemerdekaan . Negara tetangga yang lain yang telah mendukung dan telah bersiap menunggu pengumuman Atjeh sebagai negara berdaulat seperti Singapura yang sepertiga wilayah daratnya adalah pasir selundupan dari Indonesia dulu sangat mendukung Atjeh, juga Australia yang terkenal paling rese juga kini menjadi negara yang pertama menawarkan diri kerjasama bilateral dengan Nanggroe karena mereka juga punya masalah terhadap  Indonesia. Begitu juga sebagian malaisya yang masih jaya dan tidak bersekutu dengan Atjeh, Thailand serta brunai Darussalam sudah di pihak nanggroe aceh Darussalam.
 
Kemenangan ini bertepatan dengan Hari syuhada tsunami 26 desemeber 2050 , seluruh rakyat Atjeh Pada hari ini memperingati Milad tsunami


Post a Comment

Previous Post Next Post