Proklamasi Kemerdekaan United State of Nanggroe Aceh Darussalam
Pada Tahun 2050 Masehi
Atjeh 2050 - Kemenangan ini bertepatan dengan Hari syuhada tsunami 26 desemeber 2050 , seluruh rakyat Atjeh Pada hari ini memperingati Milad tsunami, berikut ini pidato gubernur militer Atjeh pada upacara memperingati hari syuhada tsunami 26 Desember 2050 :
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
pujo keu allah
selawet keu nabi keu ahli lagi sahabat mulia
keu syuhada dan mandum pahlawan bangsa
lage ka ta tupe’ oleh tanyoe mandum bahwa
Pada hari ini saya akan menghadiahkan dan menobatkan dua orang pilot terbaik nanggroe menjadi pahlawan Atjeh karena telah berhasil merudal dan menghancurkan Monas di jakarta dan berhasil membom kantor kepresidenan serta berhasil menewaskan Gubernur Medan dan Mentri Pertahan Indonesia yang kurang ajar itu. Pada acara ini pula saaya nobatkan dan diangkat seorang Jendral Angkatan Darat, dua orang jenderal Angakatan laut dan seorang jenderal Angkatan Udara. Mereka telah berhasil menjadikan angkatan prang nanggroe, sebagai Angkatan Bersenjata Atjeh yang kreatif dan Inovatif.
Dibawah pimpinan para jenderal-jenderal cerdas dan gagah berani ini telah banyak diciptakan Pesawat tempur, kapal tempur, peralatan-peralatan tempur dan peralatan pertahanan yang berstandar tinggi, hasil rancangan dan rekayasa sendiri. Dibawah kepemimpinan Kalian semua maka Militer Atjeh sekarang seperti Militer Amerika Serikat. Militer yang terhormat. Kini kalangan Indusrti-industri di Asia dapat merujuk dan bertanya tentang standard-standard pemesinan atau peralatan lainnya kepada Angkatan Besenjata Atjeh. Ini di rintis sejak 2018 yang di pelepori pemerintah saat itu dan sekarang tahun 2050 benar-benar menjadikan nanggroe sebagai negara indutri yang mandiri bisa memerdekakan diri dari Indonesia.
Namun , Tak ada gading yang tak retak, begitu kata pepatah. Dibalik keberhasilan ada kegagalan dan ada juga cela, Tetapi saya sebagai gubernur Militer Atjeh walaupun merasa malu dan sedikit sedih, dan dengan berat hati, saya harus tetap dapat bertindak tegas juga. Pada acara peringatan yang megah ini saya pun harus melaksanakan hukuman mati kepada tiga orang jenderal, dan tujuh orang purnawirawan jenderal- mereka adalah perwira tinggi dimasa Gubernur sebelum saya.
Karena mereka telah terbukti melakukan perbuatan yang sangat menjijikkan bagi pejuang Atjeh yaitu mereka kedapatan menjadi gembong dan pelindung tempat-tempat maksiat, menjadi gembong pengedar duit palsu, dan menjadi gembong dan bandar pengedar obat terlarang, menjadi otak pelaku penyelundupan kayu. Eksekusi dilakukan dihadapan publik dan diliput oleh media masa ban sigom Donya . Agar tidak mengotori tanah Atjeh yang suci ini, yang telah diperjuangkan oleh para pahawan kemerdekaan. Kesalahan yang tidak dapat di maafkan pada mereka menjadi intelejen pusat Jakarta dan menentang dalam penaklukan medan Sumatra utara.
Maka jasad para jenderal brengsek itu dibuang kelaut. Sungguh saya sedih dan tak habis pikir, mengapa ada anak bangsa ini yang telah dididik dan dibiayai oleh Atjeh dan yang telah dididik dengan disiplin tinggi serta ahli tentang doktrin cinta terhadap Atjeh, bahkan telah terjamin dalam hidup yang berkecukupan dari tunjangan dana pensiun, Kenapa dimasa tuanya malah tega menjadi penghianat nanggroe dan menjadi pelindung kemaksiatan. Jika mengingat itu semua, Ingin rasanya saya membuang mereka kepedalaman afrika agar mayatnya menjadi santapan burung hering pemakan bangkai. Tetapi saya yakin, Semoga api neraka membakar jasad dan jiwa mereka dan menyiksanya tiada henti.
Pada akhir upacara, saya tegaskan pesan saya kepada seluruh rakyat Nanggroe Aceh Sumatra melalui pidato singkat saya:
"Bagi kita bangsa Atjeh yang hidup ditahun 2050 ini dan seterusnya, Bertetangga Baik saja tidak cukup bagi sebuah Negara. Kedaulatan, keutuhan dan kehormatan Sebuah bangsa dan negara jauh lebih penting dan hari ini juga kita memproklamirkan kemerdekaan Nanggroe Aceh Sumatra dengan wlayah seluruh pulau Sumatra kecuali medan dan palembang di saksikan oleh dunia internasional oleh karena itu hari ini tanggal 26 desember 2050 saya dari gubernur militer Atjeh beralih jabatan menjadi the presiden of nanggroe aceh Sumatra yang di baiat oleh seluruh hadirin wal hadirat yang hadir hari ini".
Akhir kalam saya ucapkan , wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Post a Comment