Ba’da jumat , gubernur nanggroe beranjak kembali ke rumah nya, begitu beliau memasuki halaman rumah, sinyak datang mengejar dari belakang dan memegang tangan nya sambil berkata
Sinyak : abu, jangan cari alasan sibuk rapat nanggroe , sinyak mau denger cerita abu
Pinta cucunya memelas.

abu : baiklah nyak, mari makan dulu , abu ceritakan selsai kita makan ya, mari temani abu makan.
Merekapun melangkah Bersama masuk ke rumah nya. Seperti janji gubernur nanggro , hari ini dia akan melanjutkan cerita pada cucunya.

Selain mengurus nanggroe sekarang tanbah tugas baru selama gubernur pemulihan dari kena sniper yaitu mengajar sinyak baca al quran dan bercerita. Sinyak merupakan cucu kesayangan sang gubernur.
Mari kita simak sama-sama lanjutan cerita gubernur nanggroe pada cucunya ba’da jumat tanggal 20 oktober 2050 M

===========

Malam kian hampir ke fajar, suara azan subuh membawa rombongan menham merapat ke Istana Jeumpa setelah hampir seharian berlayar dari kuala Peudada. Rakyat menyambut mereka dengan suka cita. Mereka mengarak semua mujahidin menuju istana di Blang seupeng. Berkumpul disana dan shalat subuh serta sujud syukur atas kemenangan. Setelah subuh Para Waly saudara Kandung Raja salman  bersama PM syahir tanwi dan saudara-saudaranya yang bertugas di kuala jumpa semua pejabat mengadakan rapat.

Datanglah kabar duka yang mendalam karena dalam rombongan pulang tidak ada Raja salman dan Sayid Abdullah Hanyalah sepucuk surat wasiat yang di tulis oleh Raja dan Sayid Abdullah yang di bawa pulang berbunyi. “ kepada seluruh aneuk Kerajaan Jeumpa, di harapkan meuseuraya setelah usai perang, peget nanggroe kembali dan musafirlah ke kerajaan-kerajaan sekitar Jeumpa untuk menyebarkan agama, mengislamkan semua isi Darud dunia dan membuat PATENG NANGGROE yang bersumber pada asal usul wilayah, hingga kelak apabila lahir seorang raja adil niscaya bisa menyatukan seluruh Sumatra dengan nama Nanggroe aceh Sumatra yang mengambil berkat dan restu di Kerajaan Jeumpa dalam wilayah daulat yang berhak berkuasa "

Semua rampasan perang di bagikan dengan adil dan kehidupan istana dalam duka khanduri di adakan untuk segala arwah yang telah tiada. Waly memerintahkan khanduri 7 hari tujuh malam dan berduka hingga 44 hari serta larangan untuk semua janda keluar rumah selama 100 hari sesuai ajaran islam yang sudah berkembang disana. Semua anak yatim dan janda di tanggung oleh Kerajaan.

Tidak terkecuali Meureudom Siti  Janda dari Said Abdullah dan Ummi janda Dari Raja Salman Juga menghabiskan waktu 100 hari sebagai izzah di istana. Ummi dan Siti   memintak PM untuk menyatukan mereka dalam satu bale’ atau Gedung istana dan perempuan - perempuan janda di bolehkan berkunjung dan menginap bersama mirah dan mimi untuk shalat berjamaah dan mengadakan pengajian serta berdoa selama 100 hari mengingat tidak ada yang mencari rizki lagi karena suami mereka telah tiada. Mereka di layani oleh pelayan atas anggaran Negara. Disinilah pertama sekali di tambatkan istalah duk bale’ bagi mereka yang telah di tinggal oleh suaminya.

Dalam masa pasca perang semua pembesar kerajaan merumuskan pemerintahan baru demi kemakmuran Kerajaan Jeumpa. Tujuh hari telah berlalu acaraa doa-doa dan samadiyah telah selsai. Saatnya pemerintah baru harus di jalankan. Dan mulailah mereka merancang system pemerintah baru dan di umumkan pada malam seunujoh sekalian pembagian harta warisan dan bantuan untuk semua keluarga yang di tinggalkan yang syahid dalam perang dengan sruktur sebagai berikut :

Tuha peut dan tuha lapan nanggroe menandatangani keputusan bersama waly nanggroe yang mulia sebagi berikut.

1.            Menimbang kerajaan dalam pembenahan pasca perang Maka kerajaan di pegang oleh waly yang merupakan adik dari radja dan alim dalam agama dan siasah.
2.            kekuasan tertinggi di pegang hukum dan qanun oleh tuha peut dan tuha lapan nanggroe.sebagai pembantu waly nanggroe
3.            Kerajaan akan di pimpin seumur hidup oleh raman tutong sebagai anak raja dan keturunannya
4.            System pemerintah akan di jalankan sepenuhnya oleh perdana mentri dan pejabat lain dengan mutlak dan tidah bisa di ganggu gugat.

Hari yang di tunggu telah tiba malam seujoh di umumkan semua struktur Kerajaan Jeumpa. Sehingga pembagian warisan dan peusangon untuk korban perang di titip pada baitul mal dan pada 44 hari nanti akan di hitong kembali serta sisanya akan di berikan pada 100 har duk bale bagi janda-janda korban perang dan anak yatim. Demikian Susana nanggroe menjadi makmur sentausa. Semua persiapan untuk meuseraya telah di persiapkan dan PM Sahir tanwi  mengawinkan putri-putrinya dengan perwira-perwira yang akan akan di siapkan untuk meuseraya ban sigom donya. Demi titah dan wasiat dari pendahulunya yang telah syahid.

Hari terus berganti hingga sudah sampai pada hari ke 44 syahidnya raja dan mujahidin. Khanduri raya di adakan, pada masa itulah Nampak kekuasaan penuh di pegang oleh PM Sahir tanwi , suasana kerajaan sudah berubah banyak keluh kesah di bawa ke rapat kerajaan dan rakyat kurang senang dengan pemerintahan PM Sahir tanwi  yang kurang adil dan pilih kasih, selain itu kerajaan juga menanggung banyak beban dari sebab banyak nya yang duek bale dari janda dan anak yatim korban perang , PM Sahir ttanwi  mengusulkan baitul mal harus di tingkatkan pendapatan nya hingga selain zakat dan infak di berlakukan pajak nanggroe.

Rakyat mulai kurang senang dengan kekuasaan PM Sahir tanwi  , bahkan kafilah dagang dari keeling india tak bisa memenuhi target dagang nya karena trok kapai baroe pula lada pasca perang kemerin. PM Sahir tanwi  memberikan tempat tinggal untuk kafilah keeling dan menempatkan mereka di pantai kuala meureudu memberi nama wilayah mereka dayah keeling ( kafilah meudagang orang india ) mereka di kenakan pajak dan boleh bercocok tanam di nanggroe, boleh tinggal bila koata dagangnya tercapai atau tinggal dan memulai hidup di nanggroe berasimilasi dan kawin dengan anak-anak Kerajaan Jeumpa. Di sebabkan banyaknya tanggungan Kerajaan Jeumpa yang tak terkecukupi oleh besarnya jumlah anak yatim dan janda muda korban perang.

Hari ke seratus pun tiba, khanduri di adakan dan pembagian bekal hidup di sediakan semua kembali ke rumahnya dari duek bale, mereka kemudian berbaur dengan masyarakat biasa dan sebagian menikah dengan pedagang keeling dan pedang arab yang singgah, agar para peudagang bebas pajak Kerajaan Jeumpa, karena peraturannya yang menikah dengan janda perang dan memberi makan anak yatim bebas pajak nanggroe dan hanya di kenakan zakat dan infaq untuk persediaan baitul mal.

Suasana sedih masih meliputi sisi hidup kerjaaan terutama Ummi dan Meuredom siti. Mereka tidak bisa hidup tanpa suami mereka, penguman meuseraya pun di mulai. Malam ini ke 101 hari pasca perang. PM Sahir tanwi mengumumkan  akan menikahkan Adik -adik dan anak-anak yang sudah balig untuk persiapan Keluarga Raja Jeumpa kelak  membuka mukim baru yang bebas berkuasa dan berhukum layaknya Kerajaan Jeumpa dan  membawa arakata dan qanun aturan di terapkan setiap mukim baru sesuai dengan Kerajaan Jeumpa dan aturan yang di tuliskan raja Salman dan Sayid Abdullah sebelum syahid dalam perang .

Siapa saja kelak menjadi raja berkuasa wajib mengambil tafaul di kuta bate’ adat ini di pegang sampai sultan iskandar muda membentuk nanggroe aceh Darussalam hingga membuat timbangan ie krueng meureudu dan  ie krung daroy untuk meletakkan dasar ibukota kerajaan aceh setelah 500 tahun kemudian. Namun tidaklah kita cerita disini , kita akan bercerita dulu kisah Kerajaan Jeumpa ini dalam musafir sang pangeran Kerajaan Jeumpa yang terusir dari nanggroe . 

Ini terjadi pada tahun setelah perang yaitu pada tahun ke 5 nanggroe (  55 H / 705 M ) semua persiapan pernikahan di laksanakan dan adat tinggal di istana sebagai tempat rumoh inong di jalankan semua anak-anak PM Sahir tanwi berhak mendapatkan balkon masing-masing satu buah dan tinggal sampai anak pertama sudah usia sekolah baru bisa pindah untuk meuseuraya keluar dari istana. Kecuali penerus Kerajaan Jeumpa wajib tinggal di istana. 

Berarti peraturan meuseuraya baru boleh di jalankan pada saat setelah tinggal di rumah inong atau dalam istana paling lama 2 sampai 3 orang lahir cucu raja, demi kemuslihatan putroe nanggroe anak nya PM Sahir tanwi  juga.

Untuk mencari menantu PM Sahir tanwi  memilih perwira dan panglima perang yang berjasa dalam mengalahkan musuh di medan perang, namun sebelum nya PM raman membuat rapat khusus masalah rumoh inong, atau rumah jatah anak perempuan setelah menikah, rapat di laksanakan pada bulan rajab, rencananya sehari sebelum puasa akan di bagikan sedekah yang kelak di sebut makmugang oleh warga nanggroe dan di umumkan pertunangan atau meu tanda kelak setelah hari hari kan di adakan pesta di Kerajaan Jeumpa.

Yang  jadi permasalahan nya balkon istana hanya 4 penjuru saja. Yaitu balkon  raja yang sekang di tempati oleh Ummi dan pelayannya balkon ratu yang di tempati oleh Siti dan anaknya sinyak Raja yang baru berusia 3 tahun beserta pelayannya. Balkon permaisuri yang di tempati oleh siti Laibah dan putroe-putroe nanggroe serta balkon madu yang di tempatkan oleh istri ke dua PM Sahir tanwi  yaitu siti Ramlah dan anaknya Meuredom Ratna beserta pelayannya. Sedang di tengahnya adalah balai room yang sudah di jadikan mesjid nanggroe sejak masa meudagang raja Dahulu.

Untuk membangun balkon membutuhkan waktu satu tahun agar adil sang penguasa, sedangkan 2 balkon utama harus disiapkan untuk dua orang calon pengganti raja dan pengganti peran raja dan Sayid Abdullah yang sudah syahid walau bukan sebagai raja dan meutroe haye seperti Sayid Abdullah tapi PM Sahir tanturi memerlukan 2 orang cerdik pandai yang mampu membantunya. Dua orang pilihan sudah di siapkan sebagai menantunya yang akan di kawinkan dengan Putri- Putrinya nanti. 

Maka dibawalah kerapat Kerajaan Jeumpa permasalah ini hingga sangat banyak usulan yang datang. Setalah terangkum semua maka PM Sahir tanwi  mengambil kesimpulan bahwa mimi ibu tirinya tidak memiliki haq untuk balkon RAJA karena PM sebagai laki-laki memiliki pembagian penuh sesuai hokum islam, begitu juga mirah tidak memili hak atas BALKON RATU karena sesuai hokum Ummi hanya mendapatkan 1/3 warisannya sedangkan sinyak poen anak sayid Abdullah dan meuredom Siti masih kecil Karena ayahnya sudah duluan meninggal maka patahlah titi warisan untuk sinyak poen disebabkan belum balek dan tidak berhak apa-apa atas Kerajaan Jeumpa. Maka 1/6  untuk Ummi di berikan balkon balairom yang biasa di gunakan masa raja hidup yang terletak bersatu dengan mesjid depan sebelah utara sedangkan untuk Mereudom Siti di beikan 1/3 dari balai room depan mesjid sebelah selatan. Dan mereka berhak atas balairoom itu. 

Semua terdiam karena sebagian mereka itu merasa sudah adil keputusan raja. Sedangkan sebagian lain kecewa bagaimana demi kepentingan pribadi adik -adik dan anak-anaknya PM Sahir tanwi  memberikan fasilatas umum yang sudah jadi mesjid untuk warisan ibu tiri dan Isteri Pahlawan Sayid Abdullah. Namun semua mengambil keputusan bulat inilah keputusan Calon Raja Jeumpa Yang Baru. Semua barang di angkut  ke balairoom Sedangkan Ummi memintak tinggal bersama Meureudom Siti  dan Sinyak Poen yang kemudian setelah besar di kenal dengan Raja kra Sedangkan ruang umum balairoom mereka waqaf untuk masyarakaat shalat jamaah dan fahala di niatkan untuk suami mereka, surat pun di buat sesuai permintaan waly dan tuha peut , tuha lapan dan PM,WPM serta pejabat menjadi saksi.

Beberapa Hari Kemudian Makmugang pun sampai , PM Sahir tanwi mengambil keputusan untuk menikahkan adik-adiknya yang muda belia dan membagi harta rampasan perang dan warisan Raja Jeumpa Pertama Sultan Syahriansyah Salman Al-Parsi  yang syahid bersama Sayid Abdullah. Maka tepat pada malam satu ramadhan semua rakyat dan budak taklukan siam di kerahkan membuat balkon baru dengan desent campuran dari budak siam dan arsitek nanggroe. 11 rumah panggung. 9 rumah untuk adik dan anaknya, ada mendapatkan  jatah balkon raja dan ada mendapatkan jatah balkon ratu yang akan mendampingi suami mereka membantu Pemerintahan nanggroe sebagai tangan kanan dan tangan kiri  PM Sahir tanwi  . Satu rumah untuk tamu dan satu rumah untuk balairoom rapat karena balairoom yang lama sudah jadi hak Ummi dan Meureudom Siti  mereka wakafkan untuk mesjid.

Sebulan bekerja akhirnya selsai juga semua persiapan, pada sehari sebelum uro raya PM Sahir tanwi memotong banyak lembu dan kerbau untuk di bagikan kepada semua pekerja dan fakir miskin. Sedangkan acara pernikahan sudah di siapkan setelah puasa nam, acara yang di tunggu-tunggu sudah tiba, semua nak menantu PM Sahir tanwi sudah mendapat jabatan , norma juga mendapat gelar permaisuri karena raja sudah tiada. PM Sahir tanwi berkuasa layaknya Raja, sedangkan waly nanggroe sudah mendukung sepenuh nya PM Sahir tanwi mengingat dia juga terancam jabatannya bila membela Ummi dan Meredom Siti , sebenarnya waly nanggroe Kerajaan Jeumpa juga ingin membantu Ummi dan kasian pada Mereudom siti namun mengingat usianya maka Ummi dan meredom siti harus tersisih dari kerajaan tanpa pembela.

Sedangkan Sinyak poen  ( Raja Kra ) setiap hari bermain dengan Nyak indah ( Meredom Ratna ) kadang hanya hal sepele pada anak berusia 3 tahun itu jadi masalah besar bagi PM Sahir tanwi sedangkan Selir Aflia ibunya Nyak indah selalu bersikap baik pada Ummi dan meuredon siti, ke akraban mereka membawa ancaman dan cemburu pada permaisuri norma hingga suasana di istana tidak aman lagi bagi Ummi, meuredom Siti dan sinyak poen, mereka sudah mengetahui di samalanga sudah ada pemukiman yang makmur bahkan orang Jeumpa, Mereudue dan peusangan membawa dagangan nya ke Samalanga untuk di jual ke pedangan india dan cina Yang berlabuh di hulu krueng Bate iliek. begitu juga orang - orang kaya dari Kerajaan Jeumpa yang tidak suka dengan kepemimpinan WALY,PM dan WPM serta pejabat yang nepotisme pindah ke samalanga membuat Bandar dagang dan berkumpul bersama para veteran perang.

Suatu malam pada awal bulan puasa tahun ke_4 kalender Kerajaan Jeumpa. Dengan bekal makan yang sudah cukup Ummi dan Mereudom siti berencana untuk mengunjungi kuburan suami mereka, di mintalah persetujuan pada PM Sahir tanwi , dengan kasar PM Sahir tanwi  menjawab, kalian hanya Memiliki satu kereta kuda warisan dan tanpa pengawal, semua surat warisan sudah kalian tanda tangan untuk wakaf  begitu kalian angkat kaki dari sini kalian tidak punya hak untuk kembali, pergilah besok bakda subuh dan tidak boleh ada yang tau kelian pergi kemana jangan kembali lagi.

Dengan air mata Meuredoem menjawab, setelah abang berkuasa kami kelaparan dan kekurangan tidak ada yang melihat , tidak ada pengawal dan tidak ada pelayan hanya Selir aflia istri muda abang yang mengatur kebutuhan kami, PM Sahir tanwi  menjawab itu perintah saya sebenarnya saya ingin kalian pergi sendiri tampa harus aku usir. Sungguh kekuasaan telah membutakan mata PM Sahir tanwi .

Malam itu juga setelah shalat tahajjut mereka berangkat mencari makam suami mereka, musifir malam berjalan dengan kereta kuda penuh air mata, ratu, permaisuri dan putra mahkota yang terusir dari kerajaan. Ummi dan Mereudom Siti sangat lihai menunggung kuda dan ahli perang namun untuk mencari riziki mereka tidak mampu karena di besarkan dalam istana. Perjalan mereka tempuh sangat berat hingga pagi hari mereka sampai ke samalanga

Samalanga saat ini sudah menjadi Bandar dagang yang di kembangkan oleh tentera mujahidin yang tidak kembali ke Kerajaan jeumpa pasca perang dua tahun yang lalu. Begitu sampai di samalanga mereka beristirahat dan melihat suasana Bandar yang sibuk, mereka singgah di wajah mereka tidak asing di pemilik kedai itu karena Pemilik Kedei itu adalah ajudan Raja Jeumpa dan Kepercayaan Said Abdullah yang memilih menetap di samalanga untuk menjaga kuburan raja dan calon raja yang di kubur disana sebagai saksi hidup.  

Apa Dolah sang Pemilik kedai , menyambut mereka layaknya keluarga istana. Setelah mencerita kisah mereka , Ummi meminta cukuplah apa dolah sang pemilik rangkang kupi yang tau tentang asal-usul mereka , mohon di rahasiakan, apa dolah berpesan bila kelak Ummi dan Siti membutuhkan bantuan boleh menghubungi apa dolah di keude samalanga. 

Apa dolah menunjukkan jalan wilayah mencari makan Raja dan Sayed Kemudian mereka pun berjalan kesana. Ternyata mereka mengambil jalur yang salah kereta kuda membawa mereka keu reuleng manyang seharusnya mereka mengambil jalur besar baru sampai ke Matang girek tepatnya di cot Jampe' gampong Lancang kecamatan jeunieb. Maka inilah takdir mereka. Disana ada beberapa perumahan nelayan yang tidak kenal mereka mumutuskan untuk tinggal sementara disana , kemah-kemah dan jambo banyak disana tempat nelayan mencari rizki setiap sore para nelayan kembali ke samalanga.

Di atas puncak terdapat sebuah jambo yang sangat bagus dan memiliki tempat istirahat disana ada 3 jambo yang bisa di jadikan tempat tinggal Reuboh kareng dan berteduh para nelayan. Mereka mendekatinya, Nampak seorang pedagang sibuk membeli ikan-ikan yang di tawarkan oleh nelayan. Melihat tamu yang datang laki-laki itu mendekati mereka, “ permaisuri ini saya pawang linggong, mari mampir di tempat saya “. Ujar lelaki itu. Ternyata pawang Linggong juga mantan prajurit yang anggan kembali ke kerajaan setelah raja dan sayed syahid dalam perang.

Maka singgahlah mereka disana sambil menceritakan semua yang terjadi di Kerajaan Jeumpa dan mereka mau Pawang Linggong merahasiakan keberadaan mereka demi Kerajaan Jeumpa, mereka takut amarah rakyat akan membawa bencana, pawang linggong memberikan satu jambo nya buat Ummi dan siti serta anaknya yang masih kecil. Setiap Malam mereka menghabiskan waktu disini, pawang linggong setiap sore kembali ke Bandar samalanga , pawang selalu memenuhi kebutuhan mereka dan sebagai imbalannya , Ummi dan siti membantu pawang linggong menjemur ikan serta membersihkan jambo-jambo disana. Akhirnya Untuk membantu Ummi dan siti, Pawang membuat jambo kupi disana mulailah mereka berdagang disana dan beberapa bulan kemudian daerah reuleng manyang sudah berpenduduk, dan mereka sudah memiliki Komunitas Bary. Ini terjadi pada tahun ke 5 Kerajaan Jeumpa (  55 H / 705 M ) 
 
Seperti kata Pepatah Hidup penuh perjuangan begitulah yang di rasakan oleh Ummi dan siti serta sinyak poen. Waktu terus berlalu sehingga saat ini sinyak poen  sudah berusia 15 tahun, sejak masa kecil dulu Siti selalu mengajari anaknya semua ilmu yang dia mengetahui. Hingga suatu hari pawang linggong mengajak mirah berbicara secara khusus tentang masa depan sinyak poen, dan pawang bersedia mengantar sinyak poen meudagang ke pusat Kerajaan Jeumpa dan menjadi orang tua asuhnya. Agar semua rahasia sinyak poen terpelihara dari Kerajaan Jeumpa. Ummi dan siti menyetujuinya pada tahun ke-15 Kerajaan Jeumpa sinyak poen di antar meudagang oleh pawang linggong. 

Terkadang setiap Hari kamis Pawang Lingong menjemput sinyak poen pulang sambil mengantar barang dari samalnga ke kuala Jempa, pawang mebawa pulang sinyak poen untuk mengunjungi ibu dan neneknya karena malam jumat libur di dayah. Dan bila pawang membawa dagangan nya sinyak poen sealu membantu pawang sehingga semua orang mengangap sinyak poen adalah anaknya Pawang linggong. Tiada satu orang pun yang tau siapa sinyak poen sebenarnya.

Suatu hari saat pulang bersama pawang sinyak poen bercerita bahwa dia selalu bermimpi setiap malam di madrasah, mimpi yang aneh dan seakan ini adalah daerah tempat tinggalnya. Alam di Kuala Jeumpa menerima nya dengan baik. Namun sampai sekarang sinyak poen belum berani bertaya pada ibu nya siapa dia sebenarnya yang dia tau ayahnya meninggal di benteng jeumpa saat perang kafir Sedangkan Sekarang dia tinggal bersama ibu dan neneknya serta pamannya pawang linggong yang selalu membantunya dan dengan senang sinyak poen membantu pawang linggong.

Hari ini kamis adalah pembagian hasil ujian dan pengumuman Zawiyah Bate' Timoh serta mauk masa libur, Zawiyah akan di buka kembali setelah uro raya. Sahir tanwi yang sudah bergelar raja dan para pejabatnya akan membagikan hadiah dan berpidato di depan para santri zawiyah. Setelah di umumkan maka 50 orang akan di terima di Dayah Manyang dan berhak belajar dalam komplek istana bersama anak-anak Raja dan anak pejabat  lainnya. Mereka di anggap anak meudagang dan wajib menyelesaikan 7 tahun di kelas istana  boleh kembali ke keluarga setiap libur tahunan saja dan  libur malam jumat boleh berkumpul dengan keluarga yang rata-rata pejabat tinggal di lingkup istana. Yang di luar istana dan rakyat biasa di bolehkan pulang sebulan sekali. Mereka semua di persiapkan untuk memimpin Kerajaan ke depan.

Selain itu Pada hari ini juga di umumkan meuseraya peuga nanggroe dengan Membuka mukim –mukim baru yang sudah berkembang sejak di tempati oleh bekas-bekas tentera dan mujahidin pasca perang yang lalu di bantu oleh budak-budak yang di jadikan lamit hasil rampasan perang dan pai yang menyerah kala itu. Di antaranya samalanga, Meuredue dan peusangan dengan benteng-benteng perang lainnya sudah di tempati bahkan Bandar-bandar baru sudah ber kembang , Raja sekaligus PM, wali Nanggroe , dan pejabat Kerajaan tak ingin semua menjadi ancaman sehingga di kirem anak-menantunya dan pengawal setia untuk memimpin mukim-mukim baru tersebut dan kelak akan berkembang menjadi kerjaan kecil.

Kita kembali ke kisah Sinyak Raja Kra setelah tiga tahun di sekolah rakyat dan belajar di Zawiyah dan belajar al quran dan kitap bahasa melayu setinggkat smp  sekarang ini tiba saatnya pengumuman lulus di umumkan. Tidak terasa Tiga tahun sudah berlalu Sinyak Raja Kra belajar dan meudagang di Zawiyah Bate Timoh , ujian di zawiyah sudah  selsai. Saatnya pembagian kelas belajar dan tahun depan akan di buka Dayah Manyang setingkat sekolah sma dan semua siswa zawiyah berhak mengikuti kelas khusus untuk persiapan jadi cerdik pandai dalam segala bidang. Anak cucu Raja Sahir Tanwi dan pejabat berhak belajar tanpa tes sedangkan untuk anak-anak lain yang banyak di zawiyah hanya di ambil yang juara saja.

Perwakilan dan kata-kata sambutan  dari siswa sekolah rakyat tingkat pertama akan memberikan kata-kata sambutan Mewakili santri dan siswa yang akan di wakilkan oleh Sinyak Poen Raja Kra , saatnya Sinyak Raja Kra di panggil ke mimbar  berpidato sungguh  dengan bahasa yang sangat indah, PM Raja langsung bergetar melihat wajah dan bahasa Sinyak Raja KraSinyak Raja Kra persis Sayed Abdullah adik iparnya dan memori lalu teringat kembali bahwa sudah 10 tahun adex dan ibu tirinya serta keponakannya menghilang. Semua hadirin menagis mendengar kisah sinyak poen.

Lalu dengan bangga Sinyak Raja Kra memanggil pawang linggong dan menyebutnya sebagai ayah nya akhirnya pupuslah semua harapan rakyat Jeumpa bahwa Sinyak Raja Kra ini bukanlah Sinyak Raja Kra cucu raja dan pewaris kerajaan tapi hanya anak pejuang biasa yang menetap di samalanga setelah perang usai. Waktu libur pun tiba. Semua kisah belajar di zawiyah Sinyak Raja Kra cerita pada ibu dan neneknya, dengan raut wajab senang. Namun ibu dan neneknya menangis dengan alasan tangisan bahagia sebenarnya ibunya ingin menceritakan semuanya namun demi keselamatan Sinyak Raja Kra semua harus di rahasiakan.

Mereka menemukan diri sebagai anak pantai yang hidup di pesisir, kadang berdagang kopi, memancing dan membantu nelayan itulah nasib keseharian kita kata mak Sinyak Raja Kra “ Jangan ber mimpi terlalu tinggi menjadi penguasa karena kita hanya rakyat biasa belajarlah jadi yang terbaik dan berguna bagi bangsa dan agama “ demikian selalu Siti menasehat anaknya.

Liburan puasa menjadi moment terbaik bagi Sinyak Raja Kra bekerja membantu pawang linggong setiap hari. Pawang membuatkan sebuh bale’ dan para nelayan mengajak shalat taraweh bersama dan mengajak pengajian karena sudah ada anak meudagang di reuleng manyang yang bisa menjadi panutan. Sinyak Raja Kra juga menyanggupinya di pergunakan waktu shalat jamaah dan bekerja , melihat anak nya yang baru balek Meuredom siti sangat senang. Begitu juga Ummi yang sudah bagaikan cucucnya sendiri bagi sinyak poen.

Libur puasa sudah selsai sekarang genaplah usia Sinyak Raja Kra 15 tahun sesuai kalender Keurajaan Jeumpa karena setelah Sinyak Raja Kra lahir baru syariat di didirikan di Kerajaan dan pengaturan penanggalan sendiri sesui kalender bulan dan air pasang yaitu kalender hijriah, dengan mengambil “ tulijullaila finnahari watulinnahara fil laili yaitu pergantian senja dan fajar sesuai al quran atau lebih utama sesauai kalender arab .

Hari ini adalah tahun ke-18 nanggroe  ( 68 H / 718 M /  ). Pawang linggong mengantar Sinyak Raja Kra ke zawiyah jak meudagang. Karena sekolah khusus maka mungkin sebulan sekali baru bisa pulang sehari ke gampong untuk mengunjungi ibunya itu pun malam jumat. Begitu cerita sinyak pada Umminya. dengan berat meredom siti memberikan restu dan izin pada anak nya, siti berpesan jangan terpegaruh omongan orang kita tetap anak nelayan yang hidup dan besar di daerah bekas perang.

Mulailah Sinyak Raja Kra belajar dalam komplek istana di madrah yaitu mesjid istana yang dulu di wakafkan oleh orang tuanya. Sekarang istana sudah berubah rakyat tidak boleh lagi bebas keluar masuk istana. Balairoom yang dulu di jadikan mesjid rakyat sekarang jadi mesjid khusus hanya untuk pejabat jeumpa saja. Mesjid rakyat di bangun di luar kerajaan. Jadi lahan dan tempat sedemikian rupa di jadikan zawiyah dan madrasah belajar khusus pada anak cucu PM dan pejabat nanggroe kala itu. Kasta sudah terasadi masyarakat. Akibat kurangnya paham agama dan syariat membuat Jeumpa dalam tangan PM Shahril tanwi goyang dan kurang adil serta sarat dengan KKN.

Tidak terasa hampir setahun Sinyak Raja Kra belajar di zawiyah Jeumpa, ujian akhir tahun hampir tiba, para guru dan pejabat istana teah mengumumkan bahwa bulan haji ini keluarga besar istana dan semua santri zawiyah dari kelas 1 sampai kelas 7 di ajak musafir dan meuramin sambil menemani PM meresmikan dan meletakkan dasar kerajan di wilayah jumpa yang sudah satu tahun di peuga wilayah itu oleh anak-menantu PM shahril sebagai mukim baru. Semua menyambut dengan senang. Setelah kembali dari meuseraya semua santri dari gampong bebas kembali ke daerahnya.

Pengumaman dan pembagian rapor pun sampai. Di umumkan utuk kelas 1 berjumlah 50 santri dengan juara satu putra Sinyak Raja Kra dan juara satu putri Meuredom Ratna. Ini adalah letting pertama dibuka sekolah umum di istana, sekolah ini dinamakan Zawiyah Jeumpa, sedangkan sekolah di Bete' Timoh sudah dijadikan sekolah dan zawiyah bagi rakyat.

Acara di adakan dengan meriah, Sinyak Raja Kra dan meuredom Ratna di panggil ke pentas untuk mendapatkan medali dan hadiah, sungguh disanalah mulanya mereka saling menatap dan menikmati kebagiaan tersenyum bersama. Pada hal setiap di kelas Sinyak Raja Kra selalu tersisih dan memilih sebagai pendiam walau kemampuan belajar nya sangat pandai namun kemampuan ekonomi dan fasion yang sangat tertinggal dengan pakaian anak-anak istana membuat dia agak tersisih dan memilih belajar bersama beberapa anak meudagang dari daerah lainnya.

Sekarang Saat untuk  meuseraya dan meuramin sudah  tiba besok PM, WPM dan pejabat serta 50 siswa sekolah calon peujabat Kerajan  akan berangkat peuga nanggroe. Mereka di kawan oleh para prajurit dan pengawal Kerajaan. Untuk meresmikan mukim dan  wilayah yang sudah setahun di koordinis oleh anak-menantunya.

Post a Comment

Previous Post Next Post