MIDEUEN ACEH.EU.ORG , HARRISBURG . PA - Matahari mulai meredup perlahan di selimuti awan hitam. Sebentar lagi sepertinya akan hujan. Aku masih santai di jok atas asrama dengan gitar dan lintingan rokok yang mengembur perlahan di iringi deting dawai melodi clasik melayu. Dari belakangku muncul sosok yang tak asing lagi bagiku. " manyapa isabella nya " boleh saya mainkan melodi kamu yang bernyanyi. Tawarnya pada ku.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Aku masih menikmati gepulan asap yang menari di sekitar wajahku. Dan sesekali aku bersuara reff dengan lantang dalam mengiring mendung sore ini. Mataku mulai berbinar menikmati lantunan syair sendun yang ku dendangkan sore itu . Lalu aku memujinya. Mantap bang main gitarnya. Saya suka .
Mari lihat kita mainkan melodi india. Dia tanpa memaikan bass gitar . Hanya not not nya saja. Lalu dia berkata kenapa kita ini. Lagi mabuk ya candanya sambil tertawa. "Enggak " jawab saya. Hanya elergi dengan suasana dingin . Klo sudah elergi mata memerah tambah gepulan asap lagi. Jadi gitu deh. Sambungku pada beliau.
Perlahan hujan mulai menyapa bumi. Rintik perlahan. Saya ajak belau masuk ke kamar ku dari balkon belakang asarama dekat dengan kamarku. Kami pun menuju kamar untuk beristihat dan berlindung dari hujan (*)

Post a Comment