Pada saat itu kebanyakan Guru-guru taman kanak kanak adalah isteri para aparat keamanan mereka rata-rata orang berorganisasi dalam lembaga muhammadiyah.latar pendidikan mereka juga universitas muhamamdiyah. ini pantang sekali bagi ummi kami yang dari lulus Sekolah Rakyat sudah tinggal di dayah.bahkan beliau juga menikah di dayah dengan bapak kami. alhasil kami tidak satu orang pun yang sekolah PAUD dan TK tapi kami sekarang mendirikan PAUD dan TK di yayasan keluarga kami. tujuannya agar masyarakat yang anti wahabi dan islam moderat bisa menyekolahkan anak mereka di PAUD dan TK dan anak -anak tidak bernasib seperti kami dulu.
Lalu siapa wahabi salafi itu dan seberapa bahaya bagi kita ?
Orang tua kami berkata : Jangan Pernah berharap mengembalikan Amaliah aswaja pada mereka yang sudah yakin dengan amaliah salafi wahabi karena mereka juga punya guru dan dalilnya. sampai mati pun tidak akan pernah dapat kau mengajak mereka.
Pernah suatu hari ada janazah yang di bawa pulang dari Kota di makamkan di kampung aswaja. semua mengusul untuk menjaga kubur dan tahlil langsung karena almarhum memili kemampuan dan tergolong kaya. namun keluarga nya yang pulang dari dari kota manangis tersedu dan memelas jangan di jaga kubur dengan baca al quran, jangan di tahlilkan langsung. kalau ini di laksanakan saya memilih mati saja bersama beliau. karena saya tidak ingin beliau tersiksa dalam kubur dengan di baca Al Quran tujuh hari di kuburnya dan membaca tahlilan langsung, ini menyiksa manyat dan saya sangat cinta pada suami saya jangan lakukan ini.
Mendengar jawaban itu semua hanya bisa mengurut dada keluarga di kampung yang aswaja. maka bila anda memaksa anak-anak anda kuliah ke kota dan bekerja di kota sedang ilmu agama belum kuat tentang asawaja siap siaplah setelah mati anda akan di tinggalkan sendiri dalam kubur. tanpa kiriman doa, tahlillan, talkin dan tanpa ziarah kubur. karena itu bid'ah yang haram di sisi mereka.
Post a Comment