MIDEUEN ACEH.EU.ORG , JEUNIEB - Dewasa ini semakin banyak Masyarkat bertamasyama keluar kota semakin aneh kelakuan dan kebiasaan yang di bawakan sampai ke kampung. bila kita datang ke rumah pejabat dan orang mewah seangin . kita sudah mulai memasuki dunia luar dengan Tandas santai bisa nyaman untuk dua batang rokok kita habisin namun aneh tidak di sediakan gayung untuk mengambil air tapi di sediakan tisu. klo masalah ini terjadi di kota besar dan luar negeri itu tidak aneh kami sudah biasa membawa masuk aqua sedang bila ke Toilet untuk bersuci , tapi ini terjadi di Guha Banggalang sebuah kawasan yang kuat syariat islamnya mana teuingat kita bawa masuk plok aqua sedang ke dalam kamar Mandi.
Fenomena ini harus segara di tanggapi serius sesauai dengan cara bersuci islami. klo ini terjadi di jaman modern di daerah kita maka lebih baik kita kembali kemasa lalu buang hajat di kakus dan di wc lam alue saja. namun solusinya kita harus menanam ilmu bersuci pada masyarakat kita. seperti kita ketahui dalam bersuci ada hukum yang di sebut " amron Maknawiyon " yang memiliki pengertian menghilangkan benda maknawi harus dengan benda maknawi, nah , yang perlu di garis bawahi hanya benda maknawi yang bisa meruntuhkan hukum najis pada tempat keluar najis dan kena najis. ini juga berlaku untuk merafa'hadas kecil dan besar
Kemudian ada syarat lain yang di sebut " maon tahiron mutahhiron " yang bermakna maon tahiron itu nampak dia suci seperti air kelapa dan lain sebaginya tapi tidak menyucikan itu tidak bisa bersuci karena tidak lengkap syaratnya.
Lalu dimanakah " amron maknawiyon yang maon tahiron mutahhiron " di letak dan disimpankan oleh sang pencipta alam semesta. Mari kita kaji lebih jauh semua ini adalah hukum yang di tetapkan oleh sang pecipta. klo anda di amerika maka setiap hari , anda perlu bukti berdebat dengan orang muslim yang berbeda paham dengan anda. menagapa harus air bukan kan tisu juga bisabukankah batu juga bisa. ada tisu basah denagn alkohol dan sanitasi serta lain yang lebih higines membunuh kuman , mengapa harus air yang mengalir. maka perdebatan ini tidak akan anda menangkan tapi cukup untuk pelajaran bahwa menerangkan agama sacara khaffah kepada manusia adalah kewajiban masalah dia menolak itu hak allah taala karena paman nabi dan kerabatnya banyak juga yang menolak syariat islam karena tidak sesuai dengan logika yang dangkal pikirannya.
Adapun benda maknawi yang suci menyucikan itu Allah Letakkan hanya dalam air yaitu 7 macam , disimpankan amron maknawiyon dalam air sumur selama air sumur itu belum berubah najis dan mustakmal , misalnya kita membersihkan kotoran ayam dengan tisu walau najis tersebut sudah suci dan hilang rasa,bau dan warna namun belum menyucikan karena dalam tisu tidak terdapat amron maknawiyon ( yang menyucikan ).
Selain bersuci dari hadas dan najis amron maknawiyon yang maon tahiron mutahhiron juga di syarakatkan pada menyucikan makan seperti memberkan ikan dan daging dari darah. karena haram hukumnya memakan darah . bila danging atau ikan tidak suci walau pun kita mebelinya dengan uang halal tapi makanan nya tergolong haram karena tidak bersih dari darah.
Adapun hikmah makan halal yaitu mudahnya di terima doa oleh allah dan kita rajin melaksanakan ibadah begitupu sebaliknya bagi yang memakan makanan haram maka akan tertolak doa dan masal beibadah. (*)
Post a Comment